Tuntutan untuk Penanganan Cepat dan Pemulihan
Beberapa langkah mendesak yang disampaikan Hasby Yusuf antara lain:
- Dilakukan investigasi independen segera terhadap dugaan dampak lingkungan dan sosial, dengan melibatkan masyarakat terdampak sebagai pihak aktif.
- Perusahaan PT JAS dan PT ARA menangguhkan sementara atau mengevaluasi ulang aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerusakan hingga hasil investigasi jelas dan pemulihan dilakukan.
- Pemulihan lingkungan dan ekonomi bagi warga terdampak, termasuk rehabilitasi lahan pertanian dan perairan, serta kompensasi ekonomi yang layak bagi petani dan nelayan yang produktivitasnya menurun.
- Pemerintah daerah dan provinsi memperkuat pengawasan dan penegakan regulasi lingkungan, serta menerapkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap izin atau standar lingkungan hidup.
Subaim, Desa Pesisir dan Agraris yang Rentan
Desa Subaim merupakan wilayah pesisir dan agraris yang menggantungkan hidup pada budidaya rumput laut, tangkapan ikan teri, serta pertanian sawah dan kelapa. Penurunan hasil produksi secara drastis berpotensi memicu kerawanan sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Hasby Yusuf menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal angka produksi, tetapi menyangkut hak hidup dan keberlanjutan komunitas pesisir dan agraris.
“Jika persoalan ini dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan hanya satu kampung yang rugi, potensi wilayah Maluku Utara sebagai lumbung laut dan sawah akan terus tergerus,” ujarnya.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan — pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sipil — untuk bekerja sama menjaga keadilan lingkungan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir dan agraris di Maluku Utara. (Nahrawi Hi. Taha)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










