Jadi, barangkali Anies memang tidak sedang membuat lelucon tentang angin.
Ia sedang mengatakan sesuatu yang sangat sederhana: alam tidak mengenal batas administratif yang dibuat manusia.
Dulu ia ditertawakan sebagai kalimat politik, kini memperoleh jawabannya dari kenyataan.
Dan alam, seperti biasa, tidak perlu menjadi buzzer siapa pun untuk membuktikannya.
Angin tetap tak punya KTP.
Ia hanya berembus—dan membawa kebenaran ke mana pun ia berkehendak pergi. (**)









