Jika seseorang secara etnis adalah Papua, maka identitasnya Papua. Jika seseorang berasal dari Hadhrami, maka identitasnya Arab. Identitas dapat dipahami sebagai ciri-ciri fisik atau kualitas yang membuat seseorang atau sekelompok orang yang membuat mereka berbeda atau unik dari yang lain (make them different or unique from others). Tetapi identitas juga adalah kondisi atau fakta yang menjadikan sekelompok orang sama (being the same) atau memiliki kesamaan (sameness).
Orang Papua dan Dayak secara fisik berbeda tetapi memiliki kesamaan sebagai WNI, maka Indonesia menjadi identitas dari orang Papua dan orang Dayak. Atau orang Cina, Arab dan (peranakan Eropa) yang lahir dan besar di Indonesia secara etnik berbeda tetapi memiliki ketergantungan ideologis, psikologis dan sosilogis dengan Indonesia, dan mereka mengaku sebagai orang Indonesia. Hal yang sama terjadi di belahan dunia yang lain seperti di Amerika dan Eropa.
Politik identitas adalah aktivitas politik yang berbasis identitas atau menggunakan identitas dalam keterlibatan politik, atau sebaliknya memperjuangkan kepentingan dan kebaikan identitas melalui sarana politik. Politik identitas yang ekstrim dihubungkan dengan penindasan, kekerasan yang memicu keinginan untuk melepaskan diri (self-determination). Tuntutan untuk persamaan hak-hak kewarganegaraan seperti di masyarakat Aborigin, kaum perempuan dan kaum LGBT termasuk kategori ini.








