Anies, Ganjar, dan Layangan Putus

oleh -658 views

Selain menimbulkan politik biaya tinggi, high cost politics, pemilihan langsung berpotensi memunculkan berbagai praktik ireguler dan ilegal, seperti money politics dan vote buying, politik uang dan jual beli suara.

Pemilihan langsung juga sering menguntungkan calon yang berduit, dan mengorbankan calon yang berkualitas, tetapi cekak modal. Pemilihan langsung juga memunculkan bandar-bandar politik yang berani berjudi mengeluarkan biaya besar dengan imbalan proyek.

Politik biaya tinggi dan munculnya para bandar politik ini menjadi salah satu sumber korupsi paling besar di daerah. Jual beli jabatan dan penarikan upeti menjadi praktik umum yang dilakukan oleh kepala daerah, untuk mengembalikan modal dan kejar setoran membayar utang kepada para bandar.

Baca Juga  Ratusan Ribu Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Tengah Serangan Udara AS

Demokrasi memang mahal dan tidak sempurna. Namun, itu tidak menjadi alasan untuk kembali kepada sistem totaliter ala Orde Baru, dengan mencabut daulat rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

Kalau rakyat tidak bisa memilih pemimpinnya secara langsung pada 2022, setidaknya para wakil rakyat di parlemen diberi hak untuk mewakili rakyat dalam memilih dan menentukan pemimpinnya.

Fenomena layangan putus akan menjadi ujian dan tantangan serius bagi demokrasi. Komitmen Jokowi terhadap demokrasi akan diuji pada momen ini. Hal yang juga harus diingat adalah bahwa Jokowi sendiri akan menjadi layangan putus pada 2024.

No More Posts Available.

No more pages to load.