Another Cinderella

oleh -345 views

Mia mengeratkan pelukannya pada selimut tebalnya. Cuaca malam ini begitu dingin. Akibatnya, cuaca dingin ini merayap begitu saja ke kulitnya dan menyusup di sela-sela tulangnya. Kulit pucatnya terasa begitu dingin saat tersentuh, bibir merahnya berubah keunguan dan mengeluarkan uap seperti sehabis menelan salju di mulutnya.

Pasti banyak yang mengira gadis itu demam. Perkiraan itu tidaklah salah, memang ada benarnya. Mia memanglah sedang demam, sejak tadi pagi sebenarnya. Namun, apa? Tidak ada saudara maupun orangtuanya yang tergerak menolong gadis mengenaskan itu.
Semuanya acuh begitu saja, mungkin saja mereka sedang berpesta di bawah sana—merayakan semakin dekatnya ajal yang menerpa salah satu anggota mereka—lebih tepatnya, anggota yang tak mereka inginkan eksistensinya di dunia.

Baca Juga  Dies Natalis ke-63, Unpatti Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Suara berisik di bawah sana mengusik telinga gadis itu. Mia yang awalnya terpejam, membuka kedua matanya. Manik kelamnya begitu sayu saat menampakkan wujudnya. Dalam diam dan penuh lara, Mia mendengarkan pembicaraan di bawah sana.
“Bagaimana harimu, Sayang?” Suara seorang perempuan dewasa terdengar begitu keras di telinganya. Mia yakin, itu adalah suara ibunya—Rosetta.
“Tentu saja sangat menyenangkan, Bu. Hari ini aku berkencan lagi dengan Darren,” jawab yang lainnya. Suara itu terdengar lebih nyaring dari suara sebelumnya. Mia menyimpulkan, suara itu adalah suara Radista—kakak perempuannya.
“Ibu turut bahagia, Sayang. Kau memang lebih pantas mendapatkan Darren daripada gadis kotor itu,” ungkap Rosetta tajam. Kentara sekali kalau Rosetta membenci seseorang yang disebut gadis kotor itu.
“Tentu saja, Bu. Mau bagaimanapun keadaannya, Darren lebih pantas bersanding denganku daripada gadis kotor yang terus-menerus menjadi parasit di dalam hidup kita.”
Suara gelak tawa terdengar begitu riang saat mereka bahagia karena dapat menghina gadis kotor yang begitu mereka benci.

No More Posts Available.

No more pages to load.