Apa Itu Haji Mabrur? Ini Ciri-ciri dan Cara Meraihnya

oleh -49 views

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ibadah haji memerlukan perjuangan fisik, mental, kesabaran, dan pengorbanan yang besar.

Ciri-ciri Haji Mabrur

Predikat haji mabrur merupakan hak prerogatif Allah SWT. Meski demikian, para ulama menjelaskan beberapa tanda yang dapat menjadi indikator diterimanya ibadah haji seseorang.

1. Menjauhi rafats, fusuk, dan jidal

Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya: “(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan haji, jangan berbuat rafats, maksiat, dan bertengkar. Segala kebaikan diketahui Allah. Sebaik-baik bekal adalah takwa”.

Baca Juga  Lansia di Panti Himo-Himo Ternate Diduga Terima Makanan Minim Gizi

Rafats mencakup ucapan kotor atau pembicaraan yang mengarah pada hubungan suami istri. Fusuq berarti segala bentuk kemaksiatan, sedangkan jidal adalah pertengkaran dan perdebatan yang berlebihan.

Jemaah yang memperoleh haji mabrur akan menjaga lisannya, perilakunya, serta emosinya selama menjalankan ibadah haji.

2. Tidak disertai riya

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa salah satu ciri haji mabrur adalah ibadah yang dilakukan tanpa riya’ atau keinginan untuk dipuji manusia.

No More Posts Available.

No more pages to load.