Aparat Gabungan Polres Buru Tangkap 3 Orang Pelaku PETI

oleh -78 views
Link Banner

@porostimur.com | Buru: Aparat gabungan Polres Guru, kembali menangkap dan mengamankan tiga orang oknum pengolah material emas ilegal pada, Minggu (14/7), malam pukul 23.00 WIT.

Mereka kedapatan sedang melakukan aktifitas pengolahan material emas secara ilegal di Desa Dafa, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Tiga orang oknum tersebut adalah seorang pemilik tromol yang diketahui bernama Yanto Sangaji, (37) tahun, serta dua orang pemilik material bernama Arif Kadir, (28) tahun, dan Munir Asegaf, (40) tahun.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti sekitar 3 Kg air perak, 2 karung material, 1 unit tromol terdiri dari 8 buah tromol, 1 buah alat bakar emas, boraks 1/4 kg, 1 buah kana ukuran kecil dan 1 buah kain peras emas warna merah.

Link Banner

Kasubag Humas Polres Buru, Ipda. Dede Rifai membenarkan perihal tertangkapnya ketiga oknum ini.

Baca Juga  Inspektorat Kodam XVI/Pattimura Lakukan Pegawasan Dan Evaluasi Kodim 1504/Ambon


“Ia. Memang pada Minggu malam anggota kepolisian telah menangkap sejumlah orang. Ada 3 orang yang sedang melakukan aktifitas pengolahan material di desa dafa. Dan sekarang oknum tersebut sudah diamankan di mapolres untuk sementara dilakukan penahan dan pemeriksaan”, ungkap Dede

Aksi ketiganya diketahui setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya aktifitas pengolahan material emas yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari disekitar areal tambang.

Aktifitas ini terus terjadi setiap malam hari. Umumnya tidak hanya satu tempat yang melakukan aktifitas pengolahan melainkan lebih.

Polisi yang melakukan penggerebekan saat itu yang dianggotai Tim Gabungan BKO Polda Maluku, Sat Sabhara Polres dan Polsek Waeapo yg dipimpin oleh Iptu Lasawati Tomu, Ipda Hamsir Buton dan Ipda Risky Arif Prabowo, S.Trk Kapolsek Waeapo ini setidaknya telah mengamankan ketiganya serta barang bukti ke Mapolres Pulau Buru.

Baca Juga  Warga Desa Sekom Hingga Kini Belum Terima BLT Desa

Sejumlah kasus yang masih terus terjadi perihal Penutupan tambang emas gunung botak di kabupaten buru maluku ternyata masih menyisahkan pekerjaan rumah bagi sejumlah pihak.

Kendati telah ditutup selama hampir satu tahun. Aktifitas penambang dalam mencari material emas di lokasi tambang masih terus terjadi. Terbukti. Hingga saat ini masih banyak tempat pengolahan material yang aktif mengolah material yang masuk.

Umumnya para oknum ini melakukan aktivitasnya dilokasi juh dari posko mengamankan dan dilakukan pada tengah malam.

Saat dikonfirmasi perihal banyaknya oknum yang melakukan aktifitas pengolahan di sekitar areal tambang. Ipda. Dede, mengatakan hal tersebut hanya sebagai percobaan dari para oknum untuk memastikan keseriusan pihak keamanan dalam mengamankan lokasi tambang yang telah ditutup.

Baca Juga  Bagus Kahfi Akhirnya Merumput di Liga Belanda

“Masalah itu tidak bisa kami pastikan banyak atau tidak. Yang jelas saat dilakukan penggerebekan kemaren kami pihak kepolisian hanya mendapati satu tempat pengolahan saja. Kami perkirakan para oknum ini hanya mengetes kekuatan kepolisian dalam melakukan upaya pengamanan di wilayah tambang”, ujarnya.

Rencananya Selasa besok rombongan Polda Maluku akan melakukan penyisiran bagi para penambang yang berani masuk ke lokasi tambang. (Ima)