“Kami berharap kehadiran Wagub ini menjadi awal dari komunikasi dan sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Universitas Darussalam. Kampus tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, civitas akademika, alumni dan masyarakat harus bersama-sama memberikan dukungan,” katanya.
Bagi Umar Lessy, perhatian pemerintah dan semangat kolaborasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali posisi Unidar sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di Maluku.
Ia juga menilai pesan Abdullah Vanath kepada mahasiswa baru sangat relevan dengan kondisi Maluku sebagai daerah kepulauan.
Menurut Umar, mahasiswa Unidar harus didorong untuk tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki keberanian melihat potensi daerah sebagai ruang menciptakan inovasi dan lapangan pekerjaan.
“Pesan Pak Wagub kepada mahasiswa sangat penting. Anak-anak muda Maluku harus melihat potensi daerahnya sendiri. Jangan sampai kita memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi generasi mudanya tidak mampu mengambil bagian dalam mengelolanya,” ujarnya.
Dari kampus di Negeri Tulehu itu, Umar berharap lahir generasi yang tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.










