“Kita bukan sekadar wadah berkumpulnya pemilik dan pengelola media siber, melainkan rumah bersama untuk memastikan perusahaan media yang kita bangun benar-benar bekerja sesuai kaidah jurnalistik, beretika, dan memberikan manfaat bagi publik,” ujarnya.
Umahuk yang hadir di Kota Sorong mewakili Ketua JMSI Teguh Santoso menegaskan, di tengah derasnya arus informasi digital, kualitas dan kredibilitas media siber adalah harga mati. Oleh karena itu, JMSI harus menjadi garda terdepan dalam membangun media siber yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
“Tidak kalah penting, JMSI juga dituntut untuk mampu menjalin hubungan kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, serta berbagai stakeholders lokal,” papar Umahuk.
Dino menambahkan, kemitraan bukan berarti kehilangan independensi, tetapi justru memperkuat peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
“Dengan demikian, kehadiran JMSI Papua Barat Daya diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, memperkuat kohesi sosial, serta membuka ruang partisipasi publik yang sehat dan mencerahkan,” pungkasnya.
Diskusi Publik Angkat Peran Media untuk Masyarakat Adat
Usai pembukaan, Musda dirangkaikan dengan diskusi publik menghadirkan Ketua Harian LMA Papua Barat Daya Franky Umpain, sebagai pemateri.









