Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

oleh -659 views

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam mengusap bagian dari Ka’bah kecuali dua Rukun yamani (yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani).” (Shahih Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abis bin Robiah berkata: “Aku pernah melihat Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad. Lantas Umar berkata: “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, tentu aku tidak akan menciummu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Mencium Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu yang turun dari surga sebagaimana disebutkan dalam riwayat Hadis. Di antara keutamaan mencium Hajar Aswad disebutkan:

Baca Juga  Rakyat Maluku Diminta Kawal Hak Pengelolaan Blok Masela

1. Menjadi Saksi pada Hari Kiamat
Pada hari Kiamat kelak Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi siapa saja yang pernah menyentuhnya dengan sungguh-sungguh. Hal ini diterangkan dalam Hadis yang diriwayatkan dalam Kitab Sunan at-Tirmidzi dan Al-Ausath karya at-Thabrany.

Syakh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam Kitab Fadhilah Haji menuliskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Allah akan membangkitkan Hajar Aswad dalam keadaan mempunyai dua mata yang dengannya ia akan melihat. Dan mempunyai lisan yang dengannya ia akan berbicara dan akan memberikan persaksiannya untuk orang-orang yang telah menciumnya dengan penuh haq.” Maksud mencium dengan penuh haq adalah mencium dengan penuh keimanan dan membenarkannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.