Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

oleh -616 views

Asal usul Hajar Aswad dan keutamaan menciumnya perlu diketahui umat muslim. Sudah menjadi pemandangan biasa, batu hitam yang berada di sudut Kakbah selalu menjadi rebutan umat muslim.

Tak sedikit jamaah berdesak-desakan, bahkan ada yang membawa pengawal agar bisa mencium batu permata dari surga itu atau sekadar dapat mengusapnya. Pertanyaannya, mengapa harus mencium Hajar Aswad?

Jawabannya adalah karena Nabi Muhammad SAW pernah mencium dan mengusap batu tersebut. Dalam Hadis juga diterangkan bahwa mencium Hajar Aswad memiliki fadhilah (keutamaan) luar biasa. Karena itu, disunahkan untuk meletakkan dahinya ke Hajar Aswad serta menyentuh dan menciumnya sebanyak tiga kali.

Apabila tidak mampu menyentuhnya secara langsung, maka bisa dengan menggunakan tongkat, lalu mencium ujung tongkat yang menyentuh Hajar Aswad itu. Jika tidak bisa juga, maka cukup dengan memberi isyarat tangan kanan.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata:

Baca Juga  Kasus Kematian Pendaki di Gunung Dukono Naik Penyidikan, Dua Guide Berpotensi Tersangka

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَاسْتَلَمَ الْحَجَرَ ثُمَّ مَضَى عَنْ يَمِينِهِ فَرَمَلَ ثَلاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا

Ketika Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam tiba di Mekkah, Beliau memasuki Masjidil Haram lalu mengusap Hajar Aswad, kemudian Beliau berlalu di arah sebelah kanan Hajar Aswad. Beliau berlari kecil pada tiga putaran dan berjalan pada empat putaran.” (HR Muslim)

No More Posts Available.

No more pages to load.