“Dalam implementasinya masih ada banyak permasalahan terutama soal data penerima yang setelah kami cek banyak yang masih keliru termasuk di Maluku ini, sehingga belum menjadi prioritas ASO,” katanya.
KPI Pusat dalam mendukung program ASO, kata Reza, berencana untuk mendesak pemerintah agar pelaksanaan ASO dapat dilakukan serentak sambil distribusi ASO tetap dilakukan, sebab itu pihaknya meminta dukungan dari Pemkot, dalam hal ini Pj. Wali Kota untuk suksesnya program dimaksud.
“Kami dalam rakornas yang dilaksanakan tanggal 10 – 13 Agustus mendatang mendesak Pemerintah untuk secara serentak melaksanakan ASO,” tandasnya.
Senada, Ketua Komisioner KPID Maluku, Mutiara Dara Utama, menyebutkan di Maluku baru TVRI dan Kompas TV yang sudah beralih ke siaran digital, sedangkan siaran TV lainnya masih analog. Hal ini menyebabkan TVRI dan Kompas TV daya jangkau siarannya terbatas.
“Persoalan lain yang kami temukan yakni, KPID maluku sudah verifikasi data di lapangan, beberapa MUX yang sudah distribusi STB ke masyarakat ternyata tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Pj. Wali Kota Ambon menyatakan Pemkot Ambon akan berupaya untuk ASO dapat diwujudkan di Kota Ambon. Olehnya itu dirinya mengatakan akan terus mengawal kebijakan ini, dengan mempersiapkan apa yang menjadi kewenangan daerah.









