Bahlil Lahadalia: Dari Jalanan Papua ke Dua Puncak Kekuasaan

oleh -86 Dilihat
Bahlil lahir di Banda, Maluku, dari keluarga sederhana. Ayahnya tercatat bekerja sebagai buruh bangunan.

Di sisi lain, politik membutuhkan legitimasi dan kepercayaan publik.

Bahlil kini berada di kedua ruang tersebut.

Energi, Hilirisasi dan Ujian dari Kawasan Timur

Sebagai Menteri ESDM, salah satu tantangan terbesar Bahlil adalah bagaimana mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ini bukan persoalan sederhana.

Indonesia memiliki sumber daya mineral dan energi yang besar. Tetapi sejarah panjang pengelolaan sumber daya alam juga menyisakan pertanyaan klasik: siapa yang paling banyak menikmati manfaatnya?

Pemerintah mendorong hilirisasi untuk memastikan nilai tambah tidak berhenti pada ekspor bahan mentah.

Tetapi hilirisasi juga membutuhkan investasi besar, infrastruktur, energi yang cukup, kepastian hukum dan pengawasan lingkungan.

Di titik inilah latar belakang Bahlil sebagai orang Indonesia Timur menjadi relevan.

Baca Juga  Anos Yeremias Tegaskan Golkar Maluku Tegak Lurus Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ia lahir di kawasan yang kaya sumber daya alam, tetapi juga masih menghadapi persoalan ketimpangan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur.

Maluku, Papua dan berbagai wilayah kepulauan lainnya selama bertahun-tahun menghadapi persoalan akses energi, konektivitas dan biaya logistik.

Karena itu, ketika Bahlil berbicara mengenai energi untuk daerah terpencil, ia tidak hanya berbicara mengenai angka elektrifikasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.