Bahlil Lahadalia: Dari Jalanan Papua ke Dua Puncak Kekuasaan

oleh -86 Dilihat
Bahlil lahir di Banda, Maluku, dari keluarga sederhana. Ayahnya tercatat bekerja sebagai buruh bangunan.

Ia berbicara tentang tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya sendiri.

Kementerian ESDM mencatat Bahlil mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya untuk memperluas akses listrik ke pulau-pulau terpencil.

Tetapi pekerjaan besar itu belum selesai.

Justru tantangannya semakin berat ketika Indonesia memasuki agenda transisi energi.

Pada Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi.

Tanggung jawabnya kini mencakup agenda yang lebih luas: bagaimana Indonesia tetap memenuhi kebutuhan energi sekaligus bergerak menuju sumber energi yang lebih bersih.

Blok Masela dan Pulang ke Maluku

Ada satu agenda energi yang membuat posisi Bahlil terasa semakin dekat dengan daerah asalnya: Blok Masela.

Proyek gas di Maluku tersebut telah menjadi simbol harapan sekaligus penantian panjang.

Baca Juga  Bahlil Serahkan SK Kepengurusan Golkar Sulut, Michaela Paruntu Resmi Jadi Ketua DPD I

Bagi pemerintah pusat, Blok Masela merupakan proyek strategis sektor migas.

Bagi Maluku, ia adalah janji pembangunan yang selama bertahun-tahun dinanti.

Ada harapan mengenai lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi, investasi, penerimaan daerah dan kesempatan bagi masyarakat lokal.

Pemerintah menargetkan proyek tersebut memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Tetapi pengalaman panjang Blok Masela juga menunjukkan bahwa proyek besar tidak selalu berjalan sesederhana yang tertulis dalam dokumen kebijakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.