Porostimur.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan komoditas batu bara nasional. Instruksi tersebut menekankan penerapan relaksasi produksi yang terukur sekaligus menjaga prioritas kebutuhan dalam negeri.
Bahlil menjelaskan, kebijakan relaksasi ini dimaksudkan agar produksi batu bara tetap selaras dengan dinamika pasar, tanpa mengabaikan kepentingan nasional.
“Relaksasi terukur adalah batu bara merupakan sumber energi yang ada di kita dan karena itu kita akan mempertahankan kepentingan dalam negeri,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
Utamakan Pasokan Domestik
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan batu bara nasional akan tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Sejumlah sektor strategis menjadi prioritas, mulai dari kelistrikan hingga industri pupuk dan semen.
Pasokan batu bara, kata dia, dipastikan harus mencukupi kebutuhan PT PLN (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), serta PT Semen Indonesia (Persero) sebagai penopang industri nasional.
“Kita harus memprioritaskan kepentingan domestik. Kita ingin PLN kita semua harus ada, pupuk. Kemudian industri-industri dalam negeri harus semua terpenuhi,” tegasnya.










