Bank Indonesia Perwakilan Maluku Launching QRIS

oleh -88 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ambon: Bank Indonesia (BI) meluncurkan standar Quick Response untuk pembayaran transaksi melalui aplikasi uang ekektronik servergrace dompet elektronik atau mobile bangking yang di sebut Quick Response Indonesian Standar atau QRIS, pada tanggal 17 Agustus 2019.

Hal itu di sampaikan, Noviarsano Manullang, Kepala BI perwakilan Maluku, kepada sejumlah Wartawan saat Konferensi Pers, di Kantor BI Maluku, Senin (19/19).

Noviarsano Manullang mengatakan, peluncuran QRIS merupakan salah satu inplementasi visi sistem pembayaran Indonesia 2025 yang telah di canangkan pada mei 2019 yang lalu.

Perry Wajio, Gubernur Bank Indonesia, kata Novioarsano Manullang, dalam peluncuran QRIS 17 Agustus kemarin menyampaikan bahwa QRIS mengusung semangat UNGGUL yakni Universal, Gampang, Untung dan Langsung.

Baca Juga  Pemerintah Harus Perlakukan Veronica Koman dan Surya Anta Sebagai Pembela HAM

“Universal yakni penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat di gunakan untuk transaksi pembayaran domestik dan luar negeri. Gampang, yakni masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel”

“Untung, yakni transaksi dengan Qris menguntungkan pembeli dan penjualan karena transaksi berlansung efisien melalui satu kode QR yang dapat di gunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Langsung yakni transaksi dengan Qris lansung terjadi karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran” Jelasnya.

QRIS, lanjut Noviarsano, bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi mempercepat inklusi keuangan, memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia maju.

Baca Juga  Payapo Lepas 123 Orang Jamaah Calon Haji Asal Seram Bagian Barat

“Semangat ini sejalan dengan tema HUT ke 74 kemerdekaan RI yakni SDM unggul Indonesia Maju” ucapnya.

Lebih lanjut, Noviarsano menjelaskan, QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar Internasional EMV untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antara penyelenggara antar instrumen termasuk antara negara.

Untuk tahap awal, Noviarsano mengaku, Qris fokus pada penerapan QR NPM dimana penjual yang akan menampilkan QR CODE pembayaran untuk di pindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran.

Secara tekhnis, kata Novi, standar QR CODE dan interkoneksinya sudah melewati uji coba tahap pertama pada bulan september hingga nopember 2018 dan tahap kedua pada bulan april hingga mei 2019.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, Polres Halsel Gelar Aksi Tanam Pohon

Sementara ini QRIS sendiri, secara nasional baru akan berlaku pada satu Januari 2020 kedepan. Saat ini masi menunggu masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA dan lain-lain. (dayon)