Pelajar & Mahasiswa Papua di Tangsel Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Rasisme Terhadap Warga Papua

oleh -56 views

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ciputat: Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua (Kosapmaja) Tangerang Selatan (Tangsel), mengecam pernyataan rasis yang kepada masyarakat Papua.

Seperti diketahui, saat ini Papua sedang bergejolak, tepatnya di Sorong dan ManokwariPapua Barat serta JayapuraPapua.

Sekretaris Kopasmaja Tangsel, Fajar Cuan, mengetahui info tentang awal mula kericuhan di Sorong, Manokwari dan Jayapura itu dari jaringan antar sesama mahasiswa Papua.

Fajar mengatakan, kerusuhan di Sorong, Manokwari dan Jayapura berasal dari “insiden bendera merah putih” di Surabaya pada Jumat (16/8/2019) lalu.

Saat itu warga sekitar asrama mahasiswa Papua di Surabaya ingin memasang bendera merah putih di pagar asrama mahasiswa Papua.

Baca Juga  Bupati Ubaid Yakub Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Haltim Melonjak Signifikan

Mahaiswa Papua menolak secara halus pemasangan bendera itu. Namun pemasangan tetap dilakukan.

Tanpa diketahui sebabnya, bendera itu patah dan berada di selokan.

Mahasiswa Papua menjadi tertuduh. Masyarakat, ormas, polisi dan TNI pun ramai di sekitar asrama.

Mereka meminta mahasiswa keluar dari asrama. Proses meminta keluar itu yang didalamnya terdapat pernyataan dan umpatan rasis.