Pelajar & Mahasiswa Papua di Tangsel Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Rasisme Terhadap Warga Papua

oleh -47 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ciputat: Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua (Kosapmaja) Tangerang Selatan (Tangsel), mengecam pernyataan rasis yang kepada masyarakat Papua.

Seperti diketahui, saat ini Papua sedang bergejolak, tepatnya di Sorong dan ManokwariPapua Barat serta JayapuraPapua.

Sekretaris Kopasmaja Tangsel, Fajar Cuan, mengetahui info tentang awal mula kericuhan di Sorong, Manokwari dan Jayapura itu dari jaringan antar sesama mahasiswa Papua.

Link Banner

Fajar mengatakan, kerusuhan di Sorong, Manokwari dan Jayapura berasal dari “insiden bendera merah putih” di Surabaya pada Jumat (16/8/2019) lalu.

Saat itu warga sekitar asrama mahasiswa Papua di Surabaya ingin memasang bendera merah putih di pagar asrama mahasiswa Papua.

Baca Juga  Stok Bahan Pokok di Kota Ambon dan Maluku Aman Hingga Tiga Bulan Kedepan

Mahaiswa Papua menolak secara halus pemasangan bendera itu. Namun pemasangan tetap dilakukan.

Tanpa diketahui sebabnya, bendera itu patah dan berada di selokan.

Mahasiswa Papua menjadi tertuduh. Masyarakat, ormas, polisi dan TNI pun ramai di sekitar asrama.

Mereka meminta mahasiswa keluar dari asrama. Proses meminta keluar itu yang didalamnya terdapat pernyataan dan umpatan rasis.

Pihak kepolisian dan TNI berhasil merangsek masuk menggunakan gas air mata, dan mengangkut puluhan mahasiswa asal Papua itu ke Polda Jawa Timur.

Setelah semua diperiksa, bukti mahasiswa Papua melakukan pematahan bendera dan dibuang ke selokan tak terbukti.

“Umpatan dan kata-kata rasis itu yang memantik kericuhan di Manokwari dan Jayapura,” ujar Fajar di Sekretariat Kosapmaja, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (19/8).

Baca Juga  Prajurit Lanud Pattimura Tetap Tadarusan Al-Quran di Tengah Pandemi Covid-19

Fajar juga menyayangkan oknum masyarakat yang masih saja melontarkan kata-kata rasis kepada orang Papua.

“Indonesia ini kan sudah 74 tahun merdeka masih saja ada pandangan dan kata-kata rasis, kami mengecam hal itu,” ujarnya.

Fajar menuntut agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mencari oknum masyarakat yang melontarkan kata-kata rasis itu.

“Kami ingin negara segera menyelidiki orang-orang pelaku yang melontarkan kata-kata rasisme ke mahasiswa Papua,” pungkasnya. (red)