Bela Aksi Joget-joget Widya Pratiwi Cs, Ibrahim Ruhunusa Kembali Dihujat Publik

oleh -1.808 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menjadi sasaran hujatan publik rupanya tidak membuat anggota DPRD Maluku Tengah, Ibrahim Ruhunusa kapok.

Buktinya belum lama Ia dihujat publik lantaran membela Widya Murad Ismail dalam kasus kacaunya jadwal kapal ferry Waipirit – Hunimua beberapa waktu lalu, kini Ruhunusa kembali menuai hujatan lantaran membela istri gubernur Maluku itu dalam kasus video joget-joget tanpa masker yang viral di media sosial Facebook dalam dua hari terakhir.

Melalui sebuah flayer, politisi Partai Gerindra itu menyampaikan sejumlah klarifikasi yang menuai kecaman balik dari publik.

Flayer berwarna biru yang dibuat atas nama IR CENTER dengan dibubuhi foto Ibrahim Ruhunusa dengan topik Perangi Perilaku Dengki STOP MENYESATKAN – INFORMASI PUBLIK itu, berisi lima point yang disebutnya STEP 1 sampai STEP 5.

Flayer tersebut kemudian diunggah kembali oleh akun Facebook bernama Prihatin dengan mentag sejumlah orang.

Baca Juga  Hasil La Liga Spanyol: Atletico Bungkam Barcelona, Real Madrid Ditahan Villarreal

Dalam unggahannya itu, Prihatin menulis “Rajin amat bikin klarifikasi,
abis klarifikasi ambulans maut ,sekarang joget maut pulak …
Baca step ( koq step ? Situ ngerti arti step?) 4 dan 5 ,memangnya aturan protokol kesehatan itu ikuti aturan PPKM ??
Junjungan dong yg klarifikasi,ngumpeeet baeee!!!”

Unggahan Prihatin lantas mendapatkan komentar sejumlah warganet yang intinya menyanyangkan sikap Ruhunusa selaku wakil rakyat yang dianggap tidak etis.

Salah seorang yang menyangkan sikap Ruhunusa adalah Asmin Matdoan.

Aktivis 98 ini dalam komentarnya mengatakan, “😂😂😂. Koh semuanya pake pendekatan PPKM. Zg pake pendekatan penerapan prokes di masa pendemi..kalau hari ini ketat karena pelaksanaan PPKM. Maka harus dia berfikir kanapa ada PPKM hari ini. Jawabannya sederhana. Karena ada pengabaian terhadap pelaksanaan prokes. Lalu muncul pertanyaan emang dalam vidio itu ada pengabaian terhadap prokes di masa pendemi. Anak Sd kalas 6 SD juga bisa jawab ADA. Zg pake masker. Berkerumun. Zg jaga jarak. Ada semua di video itu,”.

Noel Filkostig, salah satu Jurnalis di Ambon ikut berkomentar dengan menulis “Berarti sebelum PPKM itu, protokol Kesehatan tidak berlaku? Anggota Dewan Model ini boleh”.

Sedangkan warganet bernama Andy Eric Manuhutu membubuhkan komentar seperti ini, “ini klarifikasi dari manusia kelas kampungan nau nau…..mau sebelum ppkam atau awal covid, pake masker itu sdh menjadi himbauan sekaligus perturan daribpemerintah/kementrian kesehatan uldemi menjaga diri pribadi dan orang lain. Bangsat lu yg membuat klarifikasi ini. Kalau sudah melanggar prokes covid-19 jangan jadi manusia BIADAB dgn sok bikin klarifikasi konyol. SONTOLOYO lu”.

Nitizen lain dengan akun bernama Agus Soplanit New, menulis “Dan bisa d artikan ambon masuk zona Merah dan skrng PPKM krna salh satu nya ada acara yg tnpa prokes ini.. Batul kaseng e??”.

Warganet bernama Ellen N Kurmasela membubuhkan komentar, “Su salah thu salah sa… Jang tll bela diri yg salah2 thu e…”.

Sedangkan nitizen dengan nama akun I’chat Sahetapy mengatakan, “Hobi sembunyi di balik klarifikasi… Step 1 sampai step 1000 langsung penyakit step loko. Hahahahhahahahahaha”.

Sampai dengan berita ini kami publis, unggahan Prihatin itu sudah mendapatkan 28 komentar, 3 dibagikan dan puluhan emoji dari warganet.

Baca Juga  Kapolda Berkunjung ke Pengadilan Tinggi Maluku

(tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.