Pada kekuasaan yang begitu absolut dengan pendekatan konspiratif baik secara struktural maupun kultural, maka rakyat tak lagi memiliki panduan nilai-nilai moral yang berbasis pada kebenaran, kejujuran dan keadilan.
Semua digiring pada kompetisi yang tak sehat, saling menyingkirkan dan membunuh, yang penting asal dirinya, keluarga dan kelompoknya yang selamat serta tujuannya tercapai apapun risiko yang harus ditempuh.
Begitu hebatnya dominasi dan hegemoni kekuasaan dari orang-orang tertentu dan kelompok yang sesungguhnya terbilang sedikit dari mayoritas rakyat.
Pada data dan faktanya, daya rusak kekuasaan begitu mengerikan, negara tak lagi menjadi kumpulan suatu bangsa, tempat berhimpunnya semangat dan tujuan dalam kesamaan cita-cita kesejahteraan dan keharmonisan.
Ketika negara telah menjadi benteng kokoh dari sifat-sifat kolonial dan imperium yang di dalamnya bertengger kejahatan kolektif pada kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif serta instrumen insitusi pemerintahan lainnya.
Maka yang terjadi adalah penjajahan dan perbudakan bahkan pemusnahan kesadaran fisik dan mental rakyat di dalamnya. Rayat seolah-olah menjadi musuh negara. Mengancam keamanan dan keselamatan negara dan lebih utama kepentingan penguasa.









