Beredar Pesan Isi Penuh Tangki BBM Mulai 27 Desember, ini Kata Pertamina

oleh -177 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Pesan yang mengimbau masyarakat untuk mengisi hingga penuh tangki bensin kendaraannya mulai tanggal 27 Desember 2021, viral di media sosial.

Pesan itu juga menyebut stok bensin akan mengalami kelangkaan karena karyawan Pertamina melakukan mogok kerja selama sepuluh hari.

“Mobil motor mulai 27 Des diimbau isi penuh, soalnya karyawan Pertamina mogok kerja mulai 29 Des smp 7 Januari,” tulis pesan itu dikutip dari Kompas.com, Sabtu (25/12/2021).

PT Pertamina buka suara terkait pesan berantai itu. Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, informasi itu tidak benar atau hoaks.

Fajriyah meminta masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan pembelian secara panic buying.

“Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, tidak benar dan menyesatkan. Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Jelang Derby della Madoninna, Ini Ambisi Giroud buat Milan

Saat ini, Pertamina yang memiliki Satgas Natal dan Tahun Baru mempunyai perlengkapan piranti Pertamina Integrated Command Center (PICC) yang mengawasi dan memastikan ketersediaan BBM dan LPG.

Pihaknya mengatakan, Satgas akan melakukan mitigasi pengamanan distribusi terkait dengan aksi serikat pekerja Pertamina.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Kamis (23/12/2021), Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyerukan aksi mogok kerja menuntut pencopotan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Rencana mogok kerja ini disampaikan serikat pekerja melalui Surat dengan Nomor 113/FSPPB/XII/2021-TH bertanggal 17 Desember 2021.

Aksi mogok kerja ini direncanakan akan berlangsung dari Rabu, 29 Desember 2021 mulai pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 7 Januari 2022 pukul 16.00 WIB.

Baca Juga  Hasil Pertandingan Athletic Bilbao vs Real Madrid: Skor 1-2

“Kami yakin seluruh pekerja Pertamina tetap mengedepankan kepentingan umum dan dapat bersama-sama menjaga kondusivitas dan kelancaran operasional,” lanjut Fajriyah.

(red/kompas)

No More Posts Available.

No more pages to load.