Berlokasi di Seram, Mondelēz International dan Olam Food Ingredients Luncurkan Pertanian Kakao Komersial Berkelanjutan Terbesar di Dunia

oleh -65 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Mondelez International, Inc. dan Olam Food Ingredients (OFI) berkolaborasi untuk menciptakan pertanian kakao komersial terbesar dan paling berkelanjutan di dunia, yang berlokasi di Indonesia.

Proyek ini dibangun berdasarkan pengalaman Mondelēz Internasional pada program pengelolaan sumber daya kakao yang berkelanjutan, yaitu Cocoa Life, dan target berkelanjutan dari OFI, yaitu Cocoa Compass, guna menguji coba berbagai pendekatan yang terukur pada pertanian kakao komersial di masa depan.

Berlokasi di pulau Seram, Maluku, proyek pertanian kakao ini menggunakan berbagai inovasi teknologi iklim dan pengetahuan tanaman kakao terbaru, mulai dari pemasangan sensor di lapangan hingga penggunaan sistem irigasi canggih yang jarang digunakan pada penanaman kakao berskala besar.

Model pertanian kakao terbaru ini akan menjadi cetak biru praktik pertanian kakao yang modern dan profesional, penggunaan lahan secara optimal, dan perencanaan komunitas pertanian yang berpotensi untuk dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Mondelēz Internasional dan OFI berupaya mengatasi masalah petani kakao di Indonesia dengan meningkatkan mata pencaharian petani, memberdayakan masyarakat, dan memulihkan produktivitas lingkungan dari yang sebelumnya mengalami deforestasi lahan.

Kemitraan ini bertujuan untuk mewujudkan terciptanya 700 lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal di daerah yang memiliki peluang pendapatan terbatas dikarenakan lokasi yang terpencil. Hampir setengah dari kesempatan peluang kerja ini akan ditujukan pada perempuan.

Baca Juga  Kusimpan Kau Dalam Doaku

Sebanyak 2.000 hektar lahan akan ditanami kakao, pohon pelindung hutan dan pohon buah-buahan untuk menciptakan keanekaragaman hayati. Saat ini sekitar 1.080 hektar telah ditanami dari total luas 3.380 hektar lahan.

Selain itu, areal seluas 47 hektar yang telah teridentifikasi sebagai hutan bernilai konservasi tinggi dan dilindungi sepenuhnya sebagai habitat vital bagi flora dan fauna. Fasilitas pembibitan yang dapat menumbuhkan satu juta bibit kakao unggul setiap tahunnya juga menjadi salah satu  tujuan kolaborasi ini.

Akses untuk perawatan kesehatan dan pendidikan untuk semua karyawan dan keluarganya, serta fasilitas umum seperti perumahan, listrik, air, penitipan anak, dan toko koperasi untuk 200 keluarga yang tinggal di lokasi perkebunan juga tak luput dari perhatian.

Quentin Roach, Senior Vice President, Global Supply Chain & Chief Procurement Officer Mondelez International menyampaikan, perusahaan memiliki misi untuk mengolah kakao secara tepat dan memastikan terciptanya pasokan kakao yang berkelanjutan di masa depan sebagai bahan baku yang penting untuk bisnisnya.

“Melalui program pengelolaan sumber daya kakao yang berkelanjutan Cocoa Life, kami bersemangat untuk berkolaborasi memanfaatkan pengetahuan untuk menciptakan pasokan bahan baku yang berkelanjutan dengan solusi yang disesuaikan per wilayah,” ungkap Quentin Roach yang dikutip, Jum’at (23/4/2021).

Baca Juga  Danlanud Pattimura Pimpin Sidang Pantukhir Daerah Bintara PK Gelombang 1 TNI AU T.A 2021

Menurutnya, merupakan potensi yang menarik dan langkah penting bagi perusahaan untuk memimpin terciptanya pasokan kakao yang berkelanjutan dan tangguh di masa depan dengan berinovasi melalui kemitraan dengan pemasok, mengeksplorasi cara untuk menghasilkan hasil panen yang tinggi, mengembalikan hutan, serta menghasilkan pendapatan bagi petani melalui sebuah pertanian kakao komersial terbesar.

“Inisiatif ini sejalan dengan program Cocoa Life Mondelez International yang ada di Indonesia dan pusat penelitian kakao kami di Pasuruan Jawa Timur, yang didirikan untuk mendukung praktik pertanian kakao berkelanjutan dan mendorong perubahan positif bagi petani dan masyarakat di wilayah tersebut,” tutur Quentin.

Sementara itu, Gerard A. Manley, CEO OFI Cocoa Business menjelaskan, kemitraan tersebut merupakan terobosan yang tepat untuk mengubah masa depan pertanian kakao di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan. Sejak kali pertama kami meluncurkan program keberlanjutan di Indonesia lebih dari 16 tahun yang lalu, kami telah berkomitmen untuk mendukung petani kakao Indonesia sekaligus menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga  Kemenag Maluku Siap Bantu Alih Status STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon Jadi Institut

Pihaknya menegaskan kembali komitmen ini melalui akuisisi pada tahun 2019 kepada pengolah kakao terbesar di Indonesia yaitu BT Cocoa, guna menghubungkan keseluruhan rantai pasokan dari biji kakao hingga menjadi bahan baku kakao siap pakai.

“Saat ini, kami ingin menggabungkan keahlian dan pengetahuan kami dengan Mondelēz International selaku perusahaan makanan ringan dan cokelat paling ikonik di dunia. Dengan mengumumkan pencapaian tujuan keberlanjutan tahun 2020, kami yakin kemitraan ini merupakan langkah signifikan lebih lanjut guna mencapai ambisi Cocoa Compass untuk memberikan dampak positif bagi masa depan kakao,” Jelas Gerard.

Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia menjelaskan, program kemitraan ini semakim memperkukuh komitmen Mondelez International untuk terus berinvestasi di Indonesia dan bertumbuh bersama masyarakat Indonesia.

“Setelah meluncurkan pusat penelitian kakao di Pasuruan Jawa Timur tahun lalu, kami berharap hadirnya program ini semakin memperkuat momentum untuk mengembangkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao yang berkelanjutan di Indonesia,” tutup Prashant.

(red/investor)