Bermula dari Tukang Kayu

oleh -7 Dilihat

“Hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa.” Kalau kayu diam bisa memberi buah, manusia mestinya meninggalkan jejak kebaikan.

“Rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi.” Ada tata dalam berhubungan. Kesantunan adalah pilar pergaulan.

“Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera.” Kejahatan kerap tumbuh dari tanah yang telah rusak. Lingkungan ikut membentuk laku.

“Tiada kayu, janjang dikeping.” Kalau yang utama tiada, gunakan yang tersedia. Jangan menunggu kesempurnaan, sebab penundaan bisa membawa aib.

Kita memang negeri kayu. Tapi jangan jadi bangsa patah ranting atau busuk akar. Bila kita mampu membaca hikmahnya, niscaya negeri ini bisa tumbuh: berakar dalam, menjulang tinggi, dan berbuah lebat. (*)

Baca Juga  Warga Desak Inspektorat SBB Periksa Pengadaan Alat Tangkap Ikan Desa Kairatu 2017

No More Posts Available.

No more pages to load.