Besok Komisi II DPRD Kota Ambon Akan “On The Spot” Ke SPBU Lateri

oleh -134 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menindak lanjuti kasus SPBU di Lateri, besok Komisi II DPRD Kota Ambon akan “on the spot” Ke SPBU Lateri.

Diketahui pekan lalu, Tim Satgas Covid-19 Kota Ambon menangkap tangan SPBU Lateri, akibat melakukan aktivitas jual beli BBM pada malam hari. Untuk itu, menyikapi hal tersebut DPRD Kota Ambon akan mendatangi SPBU Lateri.

“Besok Komisi akan on the spot ke SPBU Lateri. Mestinya dipanggil tuh kemarin-kemarin tapi nggak sempat dipanggil karena terkendala reses. Setelah turun di SPBU, pasti akan ditindaklanjuti dengan rapat antara manajer SPBU itu sendiri dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kadis Disperindag, Hiswana Migas, dan Pertamina. Kami ingin pastikan cash atau kasus yang terjadi di masing-masing SPBU itu secara langsung di lapangan sebelum kami merapat dengan para pihak tadi” ujar Jafri Taihuttu kepada wartawan di kantor DPRD Kota Ambon, Senin (8/3/2021).

Baca Juga  Dana Pensiun 13 Karyawan PDAM Ambon Tak Terbayar PT. Bumi Putra

Ia mengatakan hal ini merupakan debut pertama komisi II setelah hampir 1 minggu Komisi II laksanakan reses.

Link Banner

Terkait dengan langkah untuk menutup SPBU Lateri, Jafry mengatakan hal itu akan dibicarakan setelah pihaknya meninjau langsung ke SPBU Lateri dan mengadakan rapat antara komisi dengan seluruh stakeholder.

“Yang pasti kami pengen BBM bersubsidi mesti dinikmati langsung oleh masyarakat. Jangan masyarakat susah, lantas banyak orang mengantri untuk membeli BBM bersubsidi. Yang kami dapati ada beberapa hal, pertama mereka menjual di luar ketentuan yang sudah diputuskan oleh gugus tugas lewat Peraturan Walikota terkait jam operasional. Kedua, mereka menjual SPBU tidak sesuai dengan mekanisme, medianya adalah jeriken dalam jumlah yang banyak. Yang berikutnya ada para nelayan yang membeli. padahal untuk nelayan sudah dikhususkan di SPBU Passo dan di Eri”, ujarnya.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon hari ini, Kamis 13 Agustus 2020

Ditanya tentang kasus ini seakan2 tidak ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian, Jafri mengatakan pihaknya akan mengundang Kepolisian sebab hal ini bisa diklasifikasi dalam illegal oil. Jika sudah termasuk illegal oil maka ia menegaskan bukan hanya berurusan dengan DPRD tapi juga dengan negara.

“Besok kita akan turun di lapangan dan didampingi oleh Disperindag karena Disperindag yang memonitor dan mengawasi langsung di lapangan, setelah itu baru kita undang seluruh stakeholder terkait”, ungkap Taihuttu. (alena)