BI Luncurkan Buku Laporan Perekonomian Provinsi dan Program Digitalisasi Provinsi Maluku

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sebagai wujud peran Bank Indonesia dalam menyampaikan advisory kebijakan kepada pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) dan Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM serta Program Digitalisasi Provinsi Maluku.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Maret 2022 ini dilaksanakan secara virtual melalui platform webinar zoom.

Pada kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Maluku Megi Samson ini dipaparkan perkembangan perekonomian dan inflasi Provinsi Maluku tahun 2021 dan prospek pertumbuhannya di tahun 2022.

Selain itu dipaparkan pula hasil kajian KPJU UMKM Unggulan Provinsi Maluku serta sosialisasi penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dalam transaksi sehari-hari dan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.

Dalam sambutannya, Kepala KPw BI Provinsi Maluku yang diwikili oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku M. Lukman Hakim menjelaskan bahwa kegiatan peluncuran buku LPP, KPJU dan Program Digitalisasi Provinsi Maluku merupakan upaya dukungan KPw BI Provinsi Maluku dalam pengembangan ekonomi baik dari sisi makro ekonomi, inflasi, sektor rill maupun sektor digital di Maluku.

Baca Juga  Jadi Bupati Perempuan Pertama di Maluku, ini Tekad Safitri Malik Soulisa

“KPw BI Provinsi Maluku berupaya terus mendorong akselerasi perekonomian Provinsi Maluku yang tengah mengalami tren perbaikan. Perbaikan perekonomian Provinsi Maluku turut didukung oleh peningkatan aktivitas ekonomi di sektor rill utamanya UMKM,” ujar Lukman.

“Oleh karena itu KPw BI Provinsi Maluku berharap hasil penelitan KPJU UMKM Unggulan bisa menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah. Diantara rekomendasi tersebut adalah penguatan basis produksi dan pengolahan komoditas unggulan daerah pada sentra hilirisasi UMKM, penciptaan iklim investasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital,” imbuhnya.

Selanjutnya pada akhir acara, KPw BI Provinsi Maluku juga meluncurkan Program Beta QRIS yang merupakan lomba transaksi pembayaran menggunakan kanal QRIS di Maluku.

Baca Juga  Xpander Rockford Fosgate Edition, Audio Mumpuni tanpa Perlu Modifikasi

Menurut Lukman, perlombaan ini merupakan bentuk upaya nyata KPw BI Maluku untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran di seluruh wilayah Maluku.

“Program tersebut sekaligus menjadi bagian dalam pencapaian target 15 juta pengguna baru QRIS di seluruh Indonesia pada tahun 2022 yang termasuk di dalamnya terdapat target sebanyak 49 ribu pengguna baru di Provinsi Maluku,” katanya.

Lukman menambahkan, peningkatan jumlah pengguna baru ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM serta dapat berkontribusi terhadap peningkatanMaluku Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Maluku. (Keket)