Dari sisi inflasi, Maluku mencatat inflasi 2,33 persen (November 2025) yang masih berada dalam target nasional. Meski demikian, tingginya biaya distribusi antarpulau masih menjadi tantangan utama.
Digitalisasi Pembayaran Meningkat Pesat
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada penggunaan transaksi digital. Sepanjang 2025 terdapat 150.000 pengguna QRIS di Maluku, dengan 100.000 merchant yang telah terdaftar.
Adopsi ini dinilai BI sejalan dengan arah kebijakan digitalisasi sistem pembayaran nasional dan turut memperkuat efisiensi transaksi masyarakat.
BI juga memperluas dukungan terhadap UMKM melalui pelatihan digital, pendampingan ekspor, hingga penyelenggaraan business matching, yang berkontribusi pada meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
Dalam hal pengelolaan uang Rupiah, BI memperkuat layanan kas keliling serta program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Proyeksi 2026: Pertumbuhan 4,80–5,60 Persen
BI Maluku memproyeksikan ekonomi daerah pada 2026 tumbuh di kisaran 4,80–5,60 persen, dengan inflasi terjaga pada 2,5 ± 1 persen. Fokus utama ke depan mencakup penguatan ketahanan pangan, peningkatan sinergi antarlembaga, inovasi ekonomi, serta percepatan digitalisasi.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas peran BI dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.









