Porostimur.com | Ambon: Kebutuhan uang (tunai) selama periode Ramadhan – Idul Fitri 1442 H tahun ini untuk mendukung perekonomian di Provinsi Maluku diperkirakan mencapai Rp1,012 Triliun. Kebutuhan ini meningkat 114,7% jika dibandingkan dengan realisasi kebutuhan tahun lalu yaitu sebesar 471 Miliar.
Kepala Perwakilan BI Maluku, Noviarsano Manullang mengatakan, keningkatan kebutuhan ini sejalan dengan sudah mulai meningkatnya aktivitas perekonomian pada masa pandemi Covid-19.
Dalam menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menyiapkan uang tunai sebesar 1,9 Triliun. Kebutuhan uang ini masih akan dipengaruhi oleh Kebijakan Pemerintah pada masa pandemi Covid-19, antara lain: Hari libur Idul Fitri 1442 H yang dipersingkat seperti tahun lalu; Himbauan Pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada hari Raya Idul Fitri tahun ini dengan diperketat dengan pembatasan pergerakan moda trasnportasi serta penyerahan THR sesuai
dengan kebijakan pemerintah dan juga lembaga swasta.
Menyikapi kondisi Pandemi Covid-19 maka Bank Indonesia melakukan strategi khusus dalam memberikan layanan pemenuhan uang tunai, antara lain:
Kepada lembaga dan instansi pemerintah, dilakukan secara wholesale dengan pengambilan uang (penukaran) secara langsung di BI oleh perwakilan secara kolektif;




