Porostimur.com, Tiakur — Persoalan air bersih, abrasi pantai, transportasi laut, mahalnya bahan bakar minyak (BBM) hingga terbatasnya pelayanan listrik menjadi keluhan utama warga Pulau Luang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Berbagai persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, S.Sos., M.Si., saat mengunjungi Desa Luang Barat dan Desa Luang Timur.
Dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama dan masyarakat, warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga meminta agar persoalan yang selama ini mereka hadapi mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Kepala Desa Luang Barat, Anderson Leha, mengungkapkan persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya teratasi. Di sisi lain, masyarakat juga harus menghadapi ancaman abrasi ketika musim barat tiba.
“Kami sulit air bersih. Kalau musim Barat, ombak menghantam pantai dan terjadi abrasi. Kami butuh talud penahan ombak. Pemerintah Provinsi Maluku tolong lihat kami di Pulau Luang,” serunya.
Kapal Hanya Lewat, Warga Kesulitan Berobat dan Berdagang
Persoalan transportasi laut menjadi salah satu keluhan paling serius yang disampaikan warga. Ende Pay mengatakan, kapal perintis yang melayani lintasan Ambon–Damer–Tepa–Mahaleta hanya melintas di depan Pulau Luang tanpa memberikan akses yang memadai bagi masyarakat.









