Bila Masih Ada Waktu

oleh -203 views

“Selamat datang mba Ulfa, selamat bergabung dengan teman teman, semoga bisa bekerjasama dengan baik, Oh iya teman teman, mba Ulfa ini masih gadis lho, masih gress” Tiba tiba pembicara yang duduk di depan menyambutku lewat pengeras suara, yang kemudian disambut siulan dan tepukan ketika kalimat terakhir terlontar, aku kaget dan malu sekali, mungkin saja saat itu wajahku sudah berwarna merah abu abu.

Aku menuju sebuah kursi kosong dan duduk di atasnya, berusaha mendengarkan yang disampaikan oleh pembicara, seseorang yang duduk di depanku menyeret kursinya ke belakang, dan menghentikannya tepat di sampingku, seorang pria bertubuh kerempeng mengulurkan tangannya
“Hai Ulfa, namaku Arif, kamu itu baru lulus SMA ya?” tanyanya tanpa basa basi, Aku menyambut uluran tangannya
“Eh Iya Mas,kok tahu aku baru lulus SMA” ujarku
“Kelihatan kok” katanya sambil megembangkan senyum

Baca Juga  Musda Kosgoro Maluku, Umar Lessy Dorong Konsolidasi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Tidak butuh waktu lama, aku segera akrab dengan pemuda satu ini, pembawaannya yang ramah dan lucu membuat aku merasa enak saja ngobrol banyak hal dengannya, apalagi belakangan aku tahu kalau dia alumni sekolah yang sama denganku, aku merasa akhirnya ada seseorang yang tidak lagi asing.

“Aku antar pulangnya ya” ucapnya mengagetkanku di akhir pertemuan hari ini.
“Oh, itu… nggak usah Mas, aku pulang sendiri saja naik angkot” kataku
“Sebenarnya aku ingin tahu rumah kamu di mana, supaya nanti kalau ada acara lagi, aku bisa jemput ke rumah” katanya sembari tersenyum
“Lain kali saja ya” aku menggeleng pelan
Sepertinya dia memahami penolakanku, dia mengangguk dengan senyum khasnya, akupun berlalu meninggalkannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.