Karena Gelap & Tiga Puisi Lain Nuriman Bayan

oleh -66 views

SEJARAH KITA

Sejarah kita adalah sejarah perahu, sejarah kita adalah sejarah kebun. Apakah masih mendarah di dalam dada, wangi arus, wangi ikan, dan wangi ombak, wangi cengkeh, wangi coklat, wangi pala, dan wangi kelapa?

Tanah-tanah terjual dan tergusur untuk apa, untuk siapa? Daratan didorong ke laut, perahu-perahu kehilangan pantai, untuk apa, untuk siapa? Jika untuk hidup, hidup siapa? Jika untuk peradaban, peradaban siapa? Sedangkan di tengah pembangunan yang tumbuh subur, kita masih saja menjadi bubur.

Jujurlah! Sebelum kita terbujur dan orang-orang datang mengubur, sebab Tuhan masih memberi umur.

2022.

=======

DI ANTARA DUA SELAT

Aku berdiri di antara dua selat
di kepala memang ada dua ibu
dalam dada satu langit satu laut
mereka selalu biru
kapan dan di mana pun aku berada

Baca Juga  225 Jemaah Haji Dirawat Akibat Kepanasan dan Kelelahan

hijau dan biru dalam dada
tak akan terganti warna apa pun
sungai yang ditumbuhi pohon-pohon
akan kembali bening
meski hujan berhari-hari mengaliri.

Aku berdiri di antara dua selat
cinta yang aku percaya selalu berdaya
cahayanya menyala-nyala
seperti rindu di dalam dada.

2022.

=======

KARENA GELAP

Jika ada yang datang terlambat, maka ia adalah gelap
jika kita datang dan ia menghambat, maka ia adalah gelap

gelap, kadang membuat tidur kita tak lelap
gelap, kadang membuat hidup kita tak genap

No More Posts Available.

No more pages to load.