Porostimur.com, Ambon – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menerima translokasi satwa liar dari BKSDA DKI Jakarta berupa 9 ekor Biawak Maluku (Varanus indicus) dan 40 ekor Kadal Panana (Tiliqua gigas).
Satwa-satwa ini kini dirawat di Pusat Konservasi Satwa Khusus Maluku (PKS-KM) sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, Sabtu (20/9/2025).
Menjaga Populasi Satwa dan Ekosistem
Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku, Arga Christyan, menegaskan bahwa langkah translokasi ini merupakan bagian dari upaya konservasi untuk menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati khas Maluku.
“Seluruh satwa dilaporkan dalam kondisi sehat dan kini dirawat sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Translokasi satwa liar sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam upaya pelestarian satwa dilindungi,” ujarnya.
Biawak Maluku dan Kadal Panana dikenal sebagai satwa endemik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kehadiran mereka membantu mengontrol populasi mangsa tertentu sehingga rantai makanan tetap stabil.
Edukasi dan Perlindungan Hukum
BKSDA Maluku menekankan bahwa translokasi satwa juga berfungsi sebagai edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pelestarian satwa liar. Masyarakat dihimbau untuk tidak memperdagangkan maupun memelihara satwa liar yang dilindungi.










