“Namun demikian, Pemuda Mabapura menegaskan bahwa pembukaan blokade bukan berarti pengawalan terhadap aspirasi masyarakat berakhir,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, seluruh poin kesepakatan yang telah dicapai akan tetap dikawal melalui tim kecil yang telah dibentuk bersama.
Tim tersebut nantinya berperan memastikan setiap tuntutan masyarakat tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mabapura.
Karena itu, tahap setelah pembukaan blokade justru menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Pemuda Mabapura ingin memastikan komitmen yang telah disepakati bersama benar-benar memiliki tindak lanjut, terutama berkaitan dengan program pembangunan dan kepentingan masyarakat di wilayah yang bersinggungan dengan aktivitas pertambangan.
Saiful menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher yang telah mengambil peran dalam memfasilitasi proses dialog hingga menghasilkan kesepakatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Halmahera Timur yang turut hadir menyaksikan proses penyelesaian persoalan sekaligus pembukaan blokade.
“Aliansi Pemuda Mabapura juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, yang telah memfasilitasi proses dialog hingga tercapainya kesepakatan. Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Halmahera Timur yang turut menyaksikan proses penyelesaian dan pembukaan blokade,” jelasnya.









