Gelombang Tinggi Ancam Aktivitas Pelayaran
Selain wilayah daratan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga mencapai dua meter di sejumlah perairan Maluku Utara. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan tradisional dan transportasi laut antarpulau.
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi antara lain perairan Loloda–Morotai dan perairan Halmahera Barat–Batang Dua pada Senin (6/1). Sementara itu, pada Selasa (6/1), gelombang tinggi diperkirakan terjadi di perairan timur Halmahera–Gebe serta perairan Gebe.
“Potensi cuaca buruk juga diperkirakan meluas ke hampir seluruh wilayah Maluku Utara, termasuk Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kepulauan Sula, hingga Pulau Taliabu,” jelas Fahmi.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pengguna jasa transportasi laut, serta warga yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.
“Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di laut,” pungkasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









