BMKG SBB Gelar Sekolah Lapang Iklim Tahap II Tahun 2019

oleh -73 views
Link Banner

Porostimur.ccom | Ambon: BMKG Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat melaksanakan sekolah lapang iklim Tahap II bertempat di Balai Diklat Pendidikan dan Pertanian Provinsi Maluku, Sabtu (09/11/2019).

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 8-10 November 2019 yang diikuti oleh 25 peserta petugas lapangan pertanian dari Pulau Ambon, Pulau Seram (SBB, Maluku Utara, dan SBT), dan Pulau Buru.

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Klimatologi BMKG Drs. Herizal, M.Si ;kemudian dihadiri oleh Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wil. IV-Makassar Bapak. Darmawan, S.Si, M.Si ;kepala BPTP Maluku, Koordinator BMKG Maluku, Kepala Stasiun Geofisika Karang Panjang, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, dan Kepala UPT BMKG se-Maluku.

Baca Juga  UMi Rambah Malut Gerakkan Ekonomi & Sinergi Pelatihan UMKM

Dalam laporannya Daniel Kusumo selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi SLI ini untuk menyepahamkan informasi yang dikeluarkan BMKG agar dapat dimengerti dan datanya satu paham. Tujuan kegiatan SLI ini adalah untuk menginformasikan tentang substansi BMKG terutama tugas dan fungsi dari Klimatologi.

“Diharapkan setelah ini Bapak dan Ibu dapat meluapkan ilmunya kepada masyarakat sekitar.” harapnya.

Dalam kesempatan ini juga Deputi Klimatologi Drs. Herizal menjelaskan bahwa iklim ini sangat mempengaruhi hasil pertanian sehingga kita harus memahami iklim dan menyesuaikan hawa iklim.

“Informasi iklim ini bagi BMKG sangat mudah dipahami tetapi bagi para pengguna sangat sulit, maka semoga dari kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mereka.” jelasnya

Baca Juga  Zidane: Matahari Segera Bersinar di Madrid

Herizal juga berharap setelah SLI ini selesai, tidak hanya pemahaman yang diharapkan tetapi juga semoga dapat terbentuk komunitas untuk berkolaborasi dan berkomunikasi terkait dengan permasalahan iklim ini.

“Karena informasi iklim kalau tidak angka statistik berarti peta-peta dan ini kalau tifak diedukasi untuk para petani mereka lebih bingung juga, maka dalam 3hari ini mereka dikenalkan.” katanya

Beliau juga menjelaskan bahwa dari BMKG mengeluarkan informasi mendasar yang namanya perkiraan musim 2 kali setahun. “Informasi iklim ini disampaikan dengan tujuan petani juga dapag memahami sehingga patuh pada petunjuk dan meminimalisir gagal panen.” tutupnya

Selain itu terkait dengan program Smart Farming itu adalah program pemerintah kedepannya yang dikoordinir oleh Menko Perekonomian untuk meningkatkan sektor pelayanan mulai dari hal teknis hingga pemasaran. (ebot)