BMKG: Siklon Tropis di Pasifik, Malut Wajib Waspada

oleh -186 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa ada bibit siklon trops 94W yang baru terbentuk di sekitar Pasifik Barat sebelah Utara Papua. Bibit siklon itu membuat wilayah Maluku Utara harus mewaspadai adanya cuaca buruk dan gelombang tinggi ekstrim.

“Tanggal 12 April 2021 (07.00 WIB) terbentuk bibit siklon tropis 94W di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, tepatnya -5,8 LU -141,1 BT yang termasuk sebagai wilayah monitoring wilayah TCWC Jakarta,” ujar Koordinator BMKG, Maluku Utara, Djoko Sumardiono, lewat siaran pers, Selasa (13/4/2021).

Sumardiono mengatakan, bibit siklon itu berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah Maluku Utara dalam beberapa hari ke depan.

Tekanan minimum bibit siklon tropis 94W itu sendiri mencapai 1.007 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 37 kilometer per jam. Citra satelit Himawari-8 kanal inframerah menunjukkan pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan dalam 6 jam terakhir.

“Wilayah dengan level Waspada untuk potensi banjir/bandang beberapa hari ke depan berdasarkan prakiraan berbasis dampak adalah Sulawesi Utara dan Maluku Utara,” kata Sumardiono.

Baca Juga  Komunitas Pers Tolak Pembahasan Pasal Pers di RUU Ciptaker

Dampak lainnya yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Kemudian gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, serta Samudera Pasifik sebelah utara Halmahara.

Gelombang tinggi 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di Perairan Morotai, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Ternate, Tidore Kepulauan, hinga Perairan Halmahera Timur.

“BMKG terus memantau perkembangan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati pada potensi angin kencang dan hujan lebat yang masih berpeluang terjadi,” katanya.

Baca Juga  Soal Suksesi di Desa dan Negeri Adat, Pemkot Ambon Tak Intervensi Peran Saniri

(adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.