Tahun ini Pemkot Ambon Gelar Pilkades Serentak di Tujuh Desa dan Satu Negeri Adat

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak terhadap tujuh Desa ditambah satu Negeri Adat di tahun 2021 ini.

Kedelapan Desa itu antara lain; Wayame, Poka, Hunuth, Nania, Waiheru, Latta, dan Desa Galala, serta satu negeri yakni Hative Kecil.

Hal ini dikatakan, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Steven Dominggus, kepada para jurnalis di Balai Kota Ambon, Selasa (13/4/2021).

Steven bilang, Negeri Hative Kecil dalam proses untuk memiliki kepala pemerintahan yang defenitif, telah menetapkan Peraturan Negeri (Perneg) tentang Mata Rumah Parentah, yang mana mengakomodir dua Mata Rumah Parentah.

Link Banner

Terdapatnya lebih dari satu mata rumah parentah di negeri Hative Kecil menurut Dominggus, mengharuskan penyelarasan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Ambon Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengangkatan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Pemerintah Negeri.

Baca Juga  Kembangkan Ekonomi Digital, Tim BAKTI Lakukan Survey dan Assesment di Tujuh Negeri

“Dalam Perda diatur jika lebih dari satu mata rumah parentah maka harus diputuskan siapa yang berhak memimpin, dan di Hative Kecil opsi itu tidak jalan. Opsi kedua dilaksanakan konsesus secara begiliran, tidak jalan juga. Opsi terakhir adalah proses pemilihan.Inilah yang kita lakukan. Proses pemilihan di Negeri Hative Kecil melibatkan semua masyarakat negeri,” beber Steven.

Menurutnya, semua persiapan Pilkades serentak masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali) sebagai landasan hukum pelaksanaannya.

“Ketika perwali sudah ada, maka akan dibentuk panitia di tingkat kota, serta di masing – masing desa dan satu negeri adat, dalam mempersiapkan secara teknis proses pilkades serentak dimaksud,” jelasnya.

Pemkot Ambon, kata Kabag, berupaya mendorong agar semua Desa dan Negeri di kota Ambon memiliki pemimimpin defemitif, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga  Spanyol Tumbang, Jerman Imbang, Persaingan di Grup 4 Masih Ketat

“Pemkot tidak mau ada Penjabat yang berlama – lama di tugaskan di negeri, karena kita menginginkan semua desa dan negeri miliki pemimpin defenitif. Dengan demikian proses pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan bagi masyakat dapat berjalan dengan baik,” tandasnya. (nicolas)