BNPB Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami di Ambon

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Jelang Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar simulasi gempa dan tsunami di Dusun Air Manis, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Provinsi Maluku, Kamis. 

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan yang hadir saat simulasi menyampaikan, kegiatan simulasi atau gladi kebencanaan harus sering dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dan sarana yang disiapkan untuk mengurangi dampak bencana.

“Simulasi evakuasi mandiri ini untuk mengukur ketepatan lama waktu yang ditempuh oleh masyarakat ketika melakukan evakuasi sebelum terjadinya tsunami, jadi kalau latihan terus pasti masyarakat sudah paham, melakukan apa berbuat apa untuk keselamatannya,” kata Lilik.

Selain melakukan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, masyarakat diimbau untuk mencari sumber informasi yang resmi dari Lembaga yang berwenang agar terhindar dari berita yang tidak benar.

“Kita siapkan ketangguhan masyarakat, supaya masyarakat itu selamat apabila terjadi gempa dan tsunami. Khususnya warga Maluku, bahwa kita tinggal di negeri yang rawan gempa dan tsunami. Diharapkan masyarakat mematuhi apa yang disampaikan BMKG dan BPBD,” imbuhnya.

Baca Juga  Nilai Gubernur Tak Faham Birokrasi, Korcab PMII Maluku Desak DPRD Batalkan Anggaran (Siluman) Rp. 700 Milyar

Lebih lanjut ia menambahkan, tanggungjawab penanggulangan bencana tidak hanya dipikul oleh pemerintah, namun merupakan tanggungjawab dan urusan bersama, pentingnya keterlibatan pentaheliks dalam penanggulangan bencana.

“Dibutuhkan keterlibatan pemerintah baik pusat maupun daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi gempabumi dan tsunami. Pemerintah mempersiapkan sarana dan prasarana seperti rambu jalur evakuasi tsunami, memasang sistem peringatan dini, menyiapkan tempat evakuasi; dan simulasi agar warga siap sedia jika gempabumi dan tsunami terjadi,” tutup Lilik.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Murad Ismail yang menjabat sebagai Gubernur Maluku mengatakan, tinggal di Maluku merupakan sebuah anugerah karena alamnya yang indah, namun harus tetap waspada karena Maluku memilki sejarah kebencanaan yang banyak.

Baca Juga  DPC Partai Hanura Siap Mendaftarkan Pasangan DAMAI ke KPUD Halbar

“Hidup di Maluku merupakan anugerah bagi kami, namun kami tidak menutup mata akan sejarah kelam kebencanaan yang pernah dialami pendahulu kami, salah satunya ancaman bencana gempa dan tsunami. Tepat tanggal 30 September 1889, masyarakat maluku mengenal kisah “Bahaya Seram”, hilangnya negeri elpaputih yang konon jatuh ke dalam laut akibat goncangan yang luar biasa, ,merenggut nyawa dan memporak-porandakan kehidupan di masa itu,” ujarnya.

Kemudian Ia menjelaskan, potensi bencana yang cukup tinggi di Maluku, harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Maluku, harus siap untuk menghadapi bencana yang akan datang kapan saja.

“Bertolak dari kesadaran ancaman nyata yang dapat terjadi kapan saja, harus menjadi motivasi kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Kita harus benar-benar siap untuk kemungkinan scenario terbutuk, sebelum bencana membuat kita terpuruk,” pungkasnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Gelar Tatap Muka dan Berikan Pengarahan di Kompi A Senapan Yonif 731 Kabaresi

Sebagai tambahan informasi, sejak tahun 2012, Indonesia secara konsisten meyelenggarakan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana setiap Bulan Oktober. Tujuannya adalah membangun kesadaran bersama, dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia. Acara puncak peringatan bulan PRB akan dilaksanakan dari tanggal 19-20 Oktober 2021 di Kota Ambon. (nur)

No More Posts Available.

No more pages to load.