Energi dan Kedaulatan: Tantangan Zaman
Dalam pidatonya, Umar juga menyoroti isu strategis nasional, khususnya terkait kedaulatan energi dan pengelolaan sumber daya alam.
Ia menyebut Indonesia sebagai negara kaya sumber daya, mulai dari nikel, batu bara, gas, hingga energi terbarukan. Namun, menurutnya, kekayaan tersebut belum sepenuhnya dikelola secara berdaulat untuk kepentingan rakyat.
“Pertanyaannya sederhana, mengapa bangsa yang begitu kaya belum sepenuhnya berdaulat atas kekayaannya sendiri?” katanya.
Umar menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi pijakan utama dalam mengelola ekonomi nasional, di mana sumber daya alam harus dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia juga mengutip pemikiran Mohammad Hatta tentang ekonomi berbasis asas kekeluargaan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Reformasi ESDM dan Kemandirian Energi
Mewakili Menteri ESDM, Umar memaparkan agenda besar pemerintah dalam reformasi sektor energi dan sumber daya mineral.
Beberapa fokus utama yang disampaikan antara lain hilirisasi sumber daya alam, pembangunan kemandirian energi nasional, serta perbaikan tata kelola sektor ESDM.
“Hilirisasi bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi strategi kedaulatan. Nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri,” tegasnya.












