Menurutnya, kritik yang dibangun atas dasar kajian ilmiah justru menjadi energi positif bagi pemerintah dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami ingin HMI menjadi mitra kritis sekaligus solutif. Sampaikan kritik yang objektif berdasarkan kajian ilmiah, tetapi sertakan pula alternatif solusi yang konstruktif. Pemerintah Kota Ambon selalu terbuka menerima masukan demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader HMI agar tetap menjaga independensi organisasi, menjunjung tinggi objektivitas, serta tidak kehilangan jati diri di tengah dinamika sosial dan politik.
Bodewin berharap HMI terus melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, moderat, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus tetap memegang teguh nilai-nilai persaudaraan khas Maluku seperti Pela-Gandong.
Rapat Kerja HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027 kemudian dibuka secara resmi oleh Wali Kota Ambon melalui prosesi pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya kegiatan. Acara tersebut turut dihadiri para alumni HMI, perwakilan organisasi Cipayung Plus, serta sejumlah tamu undangan.
(red/mcambon/ra)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









