Menurut dia, pihak perusahaan pengelola kontainer tidak lepas tangan atas kejadian itu.
Mereka berkoordinasi untuk menangani Joseph.
“Penanganan juga dilakukan dari pihak perusahaan, mereka bertanggung jawab,” katanya.
Ia mengaku, setelah ditemukan, Joseph langsung diambil oleh pihak Dinas Sosial Kota Surabaya untuk penanganan selanjutnya.
“Ia masih di Surabaya sekarang dia sudah berada di Dinsos Kota Surabaya,” katanya.
Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin menceritakan awalnya ia mendapatkan mendapat laporan dari Polsek Asemrowo pada 27 Februari 2023. Saat itu, Joseph ditemukan di dalam peti kemas selama 4 hari dan sulit diajak berkomunikasi.
“Ceritanya gak banyak, kami dapat kiriman dari teman-teman Asemrowo dari terminal peti kemas mengantar ke kami dengan SOP. Dicek teman-teman dan tidak kooperatif langsung dirujuk ke RSJ Menur,” kata Anna saat dihubungi detikJatim, Kamis (2/3/2023).
Menurut Anna, kondisi Joseph saat itu sudah lemas, karena berada dalam kontainer selama 4 hari. Terlebih menunjukkan ke arah gangguan jiwa, maka langsung dirujuk ke RSJ Menur oleh Dinsos.
“Makanya langsung dirujuk ke RS untuk penanganan medis. Termasuk dia ada ke arah gangguan jiwanya. Langsung dibawa ke RSJ Menur. Mungkin saat di peti kemas sudah diberikan oksigen atau apa mungkin. Terus dikirim ke kami, kita langsung rujuk sesuai dengan SOP,” jelasnya.





