Selain pendidikan, Pemerintah Xinjiang dilaporkan sedang mendorong pernikahan antaretnis. Pada Mei lalu, otoritas di sana menerbitkan peraturan untuk memberi penghargaan kepada siswa keturunan campuran. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan jumlah poin bonus yang mereka terima saat mengikuti ujuan seleksi perguruan tinggi. Bagi mereka yang orang tuanya etnis minoritas totok, poin dikurangi. (red)
China Pisahkan Anak-Anak Muslim Uighur dari Orang Tuanya




