@porostimur.com | Xinjiang: Pemerintah China disebut secara sengaja memisahkan anak-anak Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang dari keluarganya. Mereka dibawa ke asrama atau taman kanak-kanak yang dibangun Beijing.
BBC melakukan penelusuran terkait hal tersebut dengan mengumpulkan dokumen yang tersedia untuk publik dan dilengkapi dengan keterangan para keluarga terkait.
Kebanyakan dari mereka diwawancara di Turki. Sebab, jurnalis asing yang mengunjungi Xinjiang selalu mendapat pengawalan ketat dari pihak Pemerintah China. Dengan demikian, proses penghimpunan informasi memiliki keterbatasan.

“Saya tidak tahu siapa yang merawat mereka. Tidak ada kontak sama sekali,” kata seorang ibu yang ditemui BBC di Istanbul, Turki. Dia pun sempat memperlihatkan foto tiga putrinya.
Seorang ibu lainnya juga mengaku telah kehilangan putra dan putrinya. Ia tak mengetahui nasib mereka kini. “Saya dengar mereka dibawa ke panti asuhan,” ujarnya.
Ketidakjelasan nasib dan kondisi anaknya juga dihadapi keluarga lainnya. Beberapa di antara mereka menduga anak-anaknya telah dibawa ke kamp-kamp pendidikan anak.

Mereka yang ditemui BBC di Istanbul adalah warga Uighur, kelompok etnis terbesar di Xinjiang yang mayoritas beragama Islam dan telah lama memiliki ikatan bahasa serta keyakinan dengan Turki. Mereka mengunjungi Turki dengan beragam alasan, menjenguk keluarga, berbinis, dan ada pula yang ingin melepaskan diri dari kontrol China.




