COVID Meningkat di Ambon, Sekolah Ditutup Hingga Maret

oleh -0 Dilihat

Porostimur.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengambil langkah antisipatif dalam memutus mata rantai penyebaran COVID 19 yang kian meningkat di Kota Ambon. Salah satunya dengan menutup sementara aktifitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kepada Tim Media Center, Kamis (3/2/2022) di Manise Hotel.

Menurut Wali kota, sebagai langkah pertama, akan dikeluarkan Instruksi Wali kota Nomor 3 Tahun 2022, dalam upaya mengatur kembali seluruh mekanisme sosial di kota ini, sesuai dengan protokol kesehatan dan level yang ada.

“Untuk level  PPKM Kota Ambon, Mendagri telah menetapkan kita berada di level 2 lagi. Kemarin kita di level 1, sekarang berada pada level 2.  Kemarin kita sempat zona hijau, sekarang  kembali ke zona kuning,” kata Wali Kota.

Baca Juga  Petani Karanjang Keluhkan Krisis Air Irigasi, Rovik Dorong Pemprov Maluku Cari Solusi

Dengan berpindahnya Kota Ambon ke PPKM level 2 dan zona kuning, Wali Kota menegaskan akan kembali mengambil langkah-langkah sesuai dengan kualifikasi PPKM level 2 ini, dengan memberlakukan secara ketat aturan-aturan yang telah ditetapkan, sama seperti level 2 sebelumnya.

“Misalnya untuk sekolah. Ada 12 sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi dengan memperhatikan kondisi saat ini, maka kita akan tutup lagi sampai dengan Maret. Karena ketentuan dalam SKB 4 Menteri, kalau ada sekolah yang terindikasi Covid, akan diliburkan 14 hari. kemarin sudah ambil sampel untuk sekolah itu baru 25 persen dari murid. dari 2 ribuan lebih siswa, sudah ada 125  yang reaktif, kemudian PCR dan positif. Itu baru 25 persen, dari sample yang kita ambil. 75 persen murid tidak. kalau misalkan kita masuk lagi tanggal 16 dan 17 dibuka lagi dan kita mulai random lagi untuk yang 75 sisa lagi, kalau misalkan kena lagi, maka kita tutup lagi 2 minggu. Oleh karena itu idealnya dengan memperhatikan perkiraan Menteri Kesehatan, puncak Omicron akan terjadi pada Februari dan Maret, maka kita sepakat sekolah kita tutup maret. Nanti April, kita evaluasi lagi. Kalau misalkan kondisi membaik, maka kita akan buka lagi untuk sekolah tatap muka,” jelas Wali Kota.

No More Posts Available.

No more pages to load.