Dari Jatinangor ke Kukupang: Warga Tunggu Transformasi Kepemimpinan Sang Kades

oleh -1 Dilihat

Warga Menanti Bukti Nyata

Sebagai mantan Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kukupang (IPPMAKU), saya tahu betul bagaimana dinamika di desa ini berjalan. Warga Kukupang bukan lagi masyarakat yang pasif; mereka semakin kritis dan terbuka terhadap isu tata kelola pemerintahan.

Harapan sederhana mereka: pemerintah desa hadir sebagai pelayan, bukan sekadar penguasa administratif. Warga ingin sistem yang cepat, transparan, dan tidak berbelit.

Kegiatan retreat di IPDN seharusnya menjadi momentum refleksi bagi setiap kepala desa untuk menata ulang sistem kerjanya. Apakah pelayanan publik sudah efisien? Apakah anggaran sudah benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil? Apakah komunikasi antara pemerintah desa dan warga sudah berjalan dua arah?

Baca Juga  Soroti PHK Mantan Manager PT NHM, Perkumpulan Aktivis Malut Minta Dasar Tuduhan Dibuka

Pertanyaan-pertanyaan ini penting, sebab kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa sering seseorang berbicara tentang perubahan, tetapi seberapa nyata perubahan itu dirasakan oleh masyarakatnya.

Dari Ilmu ke Aksi

Transformasi kepemimpinan tidak terjadi secara otomatis begitu seseorang kembali dari pelatihan atau retreat. Ia butuh komitmen, keberanian, dan kesediaan untuk keluar dari zona nyaman.

Bagi Kades Fauzi Ibrahim, inilah saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa pengalaman di IPDN bukan sekadar perjalanan seremonial, tetapi langkah nyata menuju pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif.

No More Posts Available.

No more pages to load.