Dari Namlea Menembus Panggung Proliga, Kisah Pius Janwarin Tak Pernah Menyerah

oleh -5 Dilihat
Pius Andreas Stephanus Janwarin, Nomor Punggung 2

Untuk pertama kalinya, anak Namlea itu benar-benar memasuki lingkungan bola voli dengan tingkat persaingan yang jauh lebih tinggi.

Ia bergabung dengan Pelita Jaya selama kurang lebih enam bulan.

Namun, sebagaimana perjalanan hidupnya sejak awal, karier Pius kembali diuji. Ketika klub tersebut kemudian bubar, ia tidak memilih pulang atau berhenti.

Ia melanjutkan perjalanan bersama Popsivo.

Babak baru dalam hidupnya kemudian terbuka ketika Pius mengikuti proses penerimaan anggota Polri dan berhasil menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menjadi polisi tidak membuat kecintaannya terhadap bola voli berakhir.

Justru dua dunia itu kemudian berjalan bersamaan.

Di satu sisi, ia menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan karier sebagai atlet bola voli.

Baca Juga  Budi Arie Minta Maaf soal Pernyataan “Lebih Cepat dari 2029”, Tegaskan Tak Terkait Jokowi

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawanya melewati berbagai kompetisi nasional, termasuk Livoli dan Proliga. Dari lapangan-lapangan di Maluku hingga panggung bola voli profesional di Jakarta, Pius membuktikan bahwa perjalanan seorang atlet tidak selalu dimulai dari fasilitas besar.

Kadang-kadang, semuanya bermula dari sebuah lapangan sederhana dan seorang anak yang memilih terus berlatih setelah namanya tidak masuk dalam tim sekolah.