Defisit Moral Kemerdekaan

oleh -613 views

Menjadi ironi di negara yang sudah 78 tahun merdeka ini masih ada sebagian kelompok yang merasakan berkuasa bertindak seolah penjajah kolonial. Mereka stigmakan dirinya sebagai kelompok yang paling baik, kelompok yang paling nasionalis, kelompok yang paling pancasilais, sehingga menganggap yang lain adalah kelompok masyarakat yang layak dipersekusi dengan tuduhan dan perlakuan sebagaimana penjajah memperlakukan bangsa Indonesia dahulu.

Kelompok ini seolah menjadi kelompok yang istimewa dibanding kelompok yang lain, akibatnya hukum tidak tegak lurus sesuai teksnya, hukum hanya menjadi alat kekuasaan untuk membunuh lawan lawan politik. Padahal lawan politik adalah teman dalam membangun negara agar lebih baik. Peristiwa kritik Rocky Gerung sebagai produk pikiran, seharusnya ditanggapi dengan pikiran, tapi justru dilaporkan sebagai tindakan hukum dan apalagi ada pejabat negara yang bergaya preman lalu pasang badan, seolah bahwa presiden adalah raja. Negara gagal memahami makna demokrasi, kebebasan berpendapat dan berpikir kritis.

Baca Juga  Ini Kata Donald Trump Usai Kena Sindir Pemain Timnas Spanyol

Revolusi mental yang pernah digaungkan oleh pemerintah telah kehilangan konteks, hanya teks kosong. Setidaknya bisa dibilang gagal. Indikatornya sederhana reformasi yang ditujukan untuk membangun pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta mampu menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat, kini hanya jargon kosong. Negara mengalami defisit moral.

No More Posts Available.

No more pages to load.