Demi Memenuhi Kebutuhan Ummat, Kesultanan Bacan Terjunkan Ketua Gema Suba

oleh -362 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Kedatangan fajar 1 Syawal atau yang identik dengan hari raya Idul Fitri, merupakan simbol kemenangan setelah 1 bulan penuh digembleng dalam Madrasah Ramadhan, kemenangan ini dirasakan dan dirayakan juga oleh seluruh ummat Islam disegala penjuru dunia.

Kegembiraan dan kemenangan yang menyayat hati ummat Islam dalam melepaskan bulan Ramadhan sekaligus menyambut Idul Fitri ini diekspresikan dengan lantunan suara Takbir, tasbih, tahmid dan tahlil untuk mengagungkan Allahu Rabbul jaliil.

Selain Takbir, tahmid dan tahlil, seluruh Ummat Islam disunnahkan juga untuk mendengarkan Khutbah sebagai rangkaian dari Ibadah shalat Idul Fitri.

Sebagai pengayom Masyarakat Adat, maka kesultanan Bacan melalui pengurus Masjid Sultan Bacan mengutus salah satu personilnya untuk bertugas sebagai Khatib pada Shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Ikhlas Tembal. Penugasan tersebut berdasarkan surat permohonan Badan Syara Masjid Al-Ikhlas Tembal kepada Pengurus Masjid Kesultanan Bacan pada beberapa hari lalu.

Ketua Pengurus Masjid Kesultanan Bacan, Ir. Ibnu Tufail Iskandar Alam yang juga Ompu Juru Tulis Raa Kesultanan Bacan mengatakan bahwa setiap tahun kami sering dihubungi oleh beberapa pengurus Masjid untuk mengirim personel petugas Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca Juga  Puisi-Puisi Marjorie Amal

Untuk itu, melalui rapat mulia yang digelar Kesultanan Bacan dan pengurus Masjid Kesultanan Bacan pada beberapa hari lalu, maka telah diputuskan untuk mengirim M.Husni Muslim selaku Ompu Khatib yang juga merupakan Ketua Generasi Muda Kesultanan Bacan (Gema Suba) untuk bertugas sebagai Khatib di Masjid Al-Ikhlas tembal pada shalat Idul Fitri 1442 H.

Selain M.Husni, rapat mulia tersebut juga menugaskan Ompu Imam Ikhwan Soleman untuk bertindak sebagai Khatib di Masjid Sultan Bacan, Ompu Nasir Abusama bertugas sebagai Khatib di Mushalla Hidayatu Shalikhin (Pasar lama), Ompu Mahmud Ratuela sebagai Khatib di Mushalla Baiturrahman (Kampong Tengah) dan Muhlis MS. Ahya sebagai Khatib di Mushalla Nurul Iman (Rawabadak) serta Ompu Alwi Assagaf sebagai Khatib di Masjid Indong.

M. Husni Muslim dalam Khutbahnya menyampaikan bahwa sejatinya Idul fitri tidak hanya diedentikkan dengan pakaian baru, tidak hanya identik dengan pawai keliling, ziarah ke kuburan, ketupat dan lain- lain. Tetapi juga berimplikasi pada kepekaan dan peduli terhadap sesama manusia dan alam.

Baca Juga  Tim Puslitbang Polri Kunjungi Polda Maluku Utara, Teliti Bidang Penyidikan Tindak Pidana

Lanjut Husni, tserminologi/Istilah Idul fitri juga bermakna kembali kepada jalan yang lurus atau semakin meningkatnya taqwa dan ta’at dalam menjalankan perintah Allah Swt. Terkait hal ini seorang penyair Arab pernah berkata:
laisal I’d Bilibaasil jadiid= bukan disebut Idul Fitr (hari kemenangan) itu dengan pakaian yang baru.

Walaakinnal I’d bitha’atin yazid= akan tetapi yang disebut Id (hari kemenagan) itu adalah keta’atan yang meningkat.

Sebelum menutup Khutbahnya, M. Husni mengajak kepada jama’ah untuk berdoa semoga segala amal ibadah ramadhan kita semua diterima dan semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan- ramadhan di tahun yang akan datang. Aaamin. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.