Demokrasi pada akhirnya bukan sekadar sistem politik. Ia adalah keberanian kolektif untuk mempertahankan kebenaran di ruang publik. Ketika intimidasi dan premanisme mencoba membungkam perbedaan pendapat, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya nasib individu-individu yang bersuara, melainkan masa depan demokrasi itu sendiri.
Karena itu, pertanyaan yang tersisa bagi kita semua sangat sederhana namun menentukan: ketika intimidasi datang dan tekanan semakin kuat, apakah kita memilih diam demi keamanan, atau tetap berdiri demi kebenaran?
Jawaban atas pertanyaan itulah yang akan menentukan arah masa depan demokrasi kita.
Surabaya, 15 Maret 2026








