Demokrasi Harimau dan Konstitusi Ular

oleh -2 Dilihat

Bagi segelintir orang dan kelompok, harta dan jabatan hanya untuk eskalatif kepuasannya. Bagi yang banyak namun tak berdaya dan terpinggirkan, mereka hanya sekadar bertahan dari lapar dan kematian. Kedua habitat yang sama namun berbeda tabiat itu, menjadi pelaku dan korban dari demokrasi. Juga tak luput sebagai subyek dan obyek konstitusi.

Sayangnya pergulatan itu tak bisa terhindar dari konflik dan peperangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Memangsa atau dimangsa, menjadi hukum rimba dari geliat demokrasi harimau dan konstitusi ular. Keyakinan dan nilai-nilai yang diagungkan sekaligus berpotensi menjerumuskan dan bukan tidak mungkin mematikan.

Demokrasi dan konstitusi kerap dipuja dan menjadi tuntunan, betapapun penderitaan dan kesengsaraan menjadi alat tukarnya.

Baca Juga  Pemkab Haltim Gandeng BPKP, 102 Desa Diperkuat Kelola Keuangan Lewat SISKEUDES V2.0.9

Bekasi Kota Patriot, 2 Jumadil Akhir 1445 H/15 Desember 2023

No More Posts Available.

No more pages to load.