Di Simpang Dunia

oleh -39 views
Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Pertanyaannya kemudian berubah. Bukan lagi “Indonesia memihak siapa?” tapi “berapa banyak yang bisa Indonesia ambil dari semua pihak?”

Inilah pergeseran besar dalam geopolitik hari ini. Negara-negara Global South — Brasil, Turki, Saudi, Vietnam — tidak lagi sibuk memilih kubu. Mereka sibuk memaksimalkan manfaat.

Dunia tidak lagi terbelah antara Timur dan Barat. Dunia kini terbagi antara mereka yang bermain dan mereka yang hanya menonton.

Indonesia, dengan 288 juta penduduk dan posisi geografis yang seperti poros engsel dunia, tampaknya sudah membuat keputusan paling menentukan: tidak menjadi penonton. Ia memilih bermain — di tengah permainan yang bahkan aturannya belum sepenuhnya ditulis.

Dan dalam permainan ini, kesetiaan bukan lagi mata uang utama. Yang bernilai adalah posisi, timing, dan kemampuan membaca arah angin sebelum badai datang.

Baca Juga  Mutasi Pejabat Polres Malra, Wakapolres dan Kasatreskrim Resmi Berganti

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 23/4/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.