Suatu ketika Huzhaifah bin Yaman ra yang ahli di bidang fitnah dan masa depan bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal-hal yang buruk. “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku,” ujarnya.
“Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan?” tanya Huzhaifah.
Rasulullah SAW membenarkan. “Ya,” sabda beliau.
“Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?” tanya Huzhaifah.
“Ya, tetapi di dalamnya ada asap,” jawab Rasulullah SAW.
“Apa asapnya itu?”
“Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya,” jawab Rasulullah SAW.
“Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi?”
Rasulullah menjawab : ”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka.”
“Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami,” pinta Huzhaifah.
“Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita,” jawab Rasulullah SAW.










